Unsur-Unsur Aqiqah dan Qurban

Alhamdulillah kita semua masih diberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu luang yang diberikan oleh Allah SWT. Semoga dengan banyaknya waktu yang diberikan cukup membuat kita menjadi umat yang bermanfaat bagi sesama dan tidak menyia-nyiakan atas sisa waktu yang ada.

Umat muslim sendiri telah diperintahkan untuk menjadi manusia yang gemar berbagi atau bersedekah terutama kepada mereka yang kurang mampu. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan banyak pahala, yakni beramal, beribadah, menghindari larangan-Nya dan melakukan perintah-Nya.

Berbagi atas rejeki lebih yang diberikan tentu dapat sering kita jumpai dengan apapun itu bentuknya. Namun, ada beberaba ibadah yang memiliki makna kuat untuk berbagi kepada sesama. Diantaranya, beraqiqah dan berqurban yang benar benar diutamakan bagi mereka yang punya pendapatan lebih dibandingkan orang lain disekitarnya.

Beberapa unsur dalam beraqiqah,

  1. Pelaksanaannya.

Pelaksanaan aqiqab dianjurkan 7 hari setelh kelahiran atau 14 harinya namun jika seorang ayah tidak mampu pada hari tersebut, maka boleh baginya untuk menyembelihnya pada waktu kapan saja. ‘Aqiqah anak laki-laki berbeda dengan ‘Aqiqah anak perempuan.

  1. Jumlah hewan aqiqah.

Imam Malik berpendapat bahwa ‘Aqiqah anak laki-laki sama dengan ‘Aqiqah anak perempuan, yaitu sama-sama 1 ekor kambing. Pendapat ini berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah saw meng-’Aqiqah- i Sayyidina Hasan dengan 1 ekor kambing, dan Sayyidina Husein ‘“keduanya adalah cucu beliau saw’” dengan 1 ekor kambing.

Bisa kita simpulkan bahwa jika seseorang berkemampuan untuk menyembelih 2 ekor kambing bagi ‘Aqiqah anak laki-lakinya, maka sebaiknya ia melakukannya, namun jika tidak mampu maka 1 ekor kambing untuk ‘Aqiqah anak laki-lakinya juga diperbolehkan dan mendapat pahala.

Beberapa unsur dalam berqurban,

  1. Pelaksanaannya.

Waktu pelaksanaan qurban adalah setelah dilaksanakannya Shalat Ied berdasarkan sabda Rosulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim :

“Barang siapa menyembelih sebelum shalat hendaklah menyembelih sekali lagi sebagai gantinya, dan siapa yang belum menyembelih hingga kami selesai shalat maka menyembelihlah dengan bismillah”.

  1. Jumlah hewan qurban.

Islam telah menentukan ketetapan jumlah orang dalam berqurban sebagaimana yang dijelaskan dalam sabda Rosulullah SAW. Untuk kambing hanya diperbolehkan satu orang saja yang menjadi pequrban dan tidak boleh berpatungan dengan yang lainnya. Sedangkan sapi dan sejenisnya serta unta diperbolehkan berpatungan dengan jumlah tujuh orang.

Itulah tadi, sebagian kecil dari pengertian aqiqah dan qurban yang mana harus kita semua pahami sebelum melaksanakan ibadah yang dapat juga Insyaallah dapat dijadikan sebagai amal sholeh kelak di akhirat.Semoga dengan beberapa penjelasan tersebut juga semakin tergerak hati kita untuk bersungguh-sungguh dalam hati dalam berniat aqiqah dan qurban kelak.  Amiin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *