Sulap Bola Cuma Sebuah Ilusi

Sulap Bola Cuma Sebuah Ilusi

Kita melakukannya secara alami. Dengan rata-rata 4.000 pikiran beterbangan keluar masuk kepala kita dalam sehari, mudah memaklumi mengapa kita mencoba mengerjakan banyak hal sekaligus. Jika berubah pikiran setiap 14 detik sama dengan ajakan untuk berubah arah, berarti cukup jelas mengapa kita terus tergoda untuk mencoba mengerjakan terlalu banyak serentak. Ketika sedang mengerjakan sesuatu, kuat sekali kecenderungan kita untuk memikirkan sesuatu lainnya yang dapat kita kerjakan.

Lebih dari itu, sejarah mengatakan bahwa keberlanjutan keberadaan kita  barang kali telah mengharuskan manusia mengembangkan kemampuan membayangkan sejumlah tugas sekaligus. Nenek moyang kita tidak akan mampu bertahan lama seandainya mereka tidak mampu memprakirakan keberadaan predator sewaktu sedang mengumpulkan buah-buahan hutan, membangun pondok, atau Cuma berdiang di sekeliling api unggun sehabis perburuan yang melelahkan. Godaan untuk mengerjakan tugas lebih dari satu titik hanya telah di gariskan sejak zaman nenek moyang, tetapi mungkin sekali itu sebuah keharusan untuk bertahan hidup.

Namun sulap bola bukan multitasking. Keterampilan ini Cuma sebuah ilusi. Bagi penonton biasa, seorang pesulap bola seolah-olah melemparkan tiga buah bola sekaligus. Dalam kenyataan, bola-bola itu ditangkap dan di lemparkan secara terpisah dan berurutan tetapi pada kecepatan tinggi. Tangkap, lempar, tangkap, lempar, tangkap, lempar. Satu bola demi satu bola. Inilah yang oleh peneliti disebut “peralihan tugas” (task switching).

Ketika Anda beralih dari satu tugas ke tugas lain, disengaja atau tidak, ada dua hal yang terjadi. Yang pertama terjadi hampir dalam seketika, Anda memutuskan untuk beralih. Yang kedua tidak begitu dapat diprakirakan, Anda harus mengaktifkan “aturan-aturan” tentang apapun yang akan Anda kerjakan. Peralihan antara dua kegiatan sederhana misalnya menonton televisi dan melipat pakaian cepat dan relative tanpa kesulitan.

Namun, ketika Anda sedang mengolah sebuah spreadsheet lalu ada seorang teman datang ke ruang kerja Anda untuk membahas sebuah masalah bisnis, dua pekerjaan yang relative rumit itu membuat Anda mustahil bolak-balik dengan mudah. Anda selalu memerlukan sedikit waktu untuk memulai sebuah tugas baru dan selanjutnya memulai kembali pekerjaan yang baru Anda tinggalkan, dan tidak ada jaminan Anda akan kembali tepat di bagian yang telah Anda tinggalkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *